Kenangan adalah anugrah Tuhan yang tak dapat dihancurkan oleh maut
Kahlil Gibran
Wanita itu hanya tersenyum getir ketika orang-orang menanyakan kebenaran berita tentang permasalahan dikeluarganya. ”Tanya saja suami saya!” jawabnya singkat sambil berlalu pergi meninggalkan orang-orang yang bertanya-tanya. Hatinya terguncang.
”Sayalah yang memilihkan” ungkapnya suatu hari setelah kejadian tersebut. ”Saya melakukannya untuk dakwah dan menjalankan Sunnah Rasul,” tambahnya dengan senyum yang berarti ganda.
Ummi Nisa, wanita tabah itu dengan berat hati merelakan suami yang telah ditemaninya selama belasan tahun, dan telah memberinya sembilan orang jundi-jundiyah itu beristri lagi. Poligami, begitu kata yang di takutkan para istri, akhirnya dirasakannya.

